mimi allegra's kitchen

experimental space for baking n cooking :D

Archive for the ‘renungan’ Category

Borderless

with 88 comments

aku suka hidup tanpa batas

live borderless – as LG sez

tapi kehidupan tanpa batasku adalah kehidupan tanpa batas yang berbatas

berbatas pada keagungan Sang Khalik yang tak berbatas

**

puisi cinta sebait  ini mimi ikut sertakan di happening Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait @ Aliaz Blog.

Advertisements

Written by mytemporarykitchen

February 21, 2010 at 9:38 am

Allz’s Fabulous Daddy

with 74 comments

Dua strip berwarna pink.

Itulah hal yang telah lama aku nantikan bersama suamiku.

Tahun pertama, tahun kedua dan tahun ketiga pernikahan kami berlalu dengan satu strip berwarna pink.

Empat bulan kemudian aku merasa ada suatu hal yang berbeda pada diriku. Ternyata suamiku juga merasakan hal yang sama. Dia menyadari bahwa aku sudah terlambat haid dua minggu. Karena tidak ingin aku kecewa lagi dengan hasil test pack, maka dia tidak terburu-buru membahasnya denganku. Lucunya, karena aku pun tidak ingin mengecewakan dia, aku juga tidak pernah membahas keterlambatan itu.

Ketika pada akhirnya aku memberanikan diri untuk melakukan test pack kembali, aku benar-benar sudah pasrah dan tidak berani berharap terlalu banyak.

Alhamdulillah, di saat kami benar-benar pasrah, dua strip berwarna pink yang kami nantikan muncul! Bahagia sekali rasanya saat itu. Namun untuk lebih memastikan lagi, kami pun datang ke dokter kandungan. Ternyata benar, ada seorang janin berusia enam minggu di dalam rahimku. Subhanallah, tak henti-hentinya kami memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Di saat kehamilanku, suamiku makin perhatian dan sayang padaku. Segala kebutuhan nutrisi ibu hamil seperti vitamin, susu, bermacam buah-buahan, dibelinya. Kami bertekad untuk memberikan asupan gizi yang terbaik bagi calon bayi kami yang telah kami nantikan. Dia pun selalu mengingatkan aku untuk tidak terlambat makan dan menjaga gizi makanan yang masuk ke tubuhku. Dia juga membaca buku “9 Bulan yang Menakjubkan” untuk dapat ‘memantau’ perkembangan kehamilanku dan janin kami.

Hal yang lucu dan seru selama aku hamil, suami aku juga jadi ikut-ikutan doyan makan gila-gilaan! Kalau aku lagi lapar berat, aku bisa makan lima kali sehari, dan suamiku pasti ikutan lapar juga.

Terkadang kalau aku dan suamiku harus lembur di kantor, setelah menjemput aku, kami masih jalan-jalan cari pisang bakar di tengah malam. Suamiku memberi istilah ‘kehamilan wisata kuliner’, karena seringnya kita makan dan mencoba makanan baru di luar. Beberapa hari menjelang hari kelahiran, kami masih sempat sahur  di luar sambil mencari kue-kue di bursa kue subuh.

Walhasil, selain berat badanku yang bertambah dua puluh kilo, berat badannya juga ikut naik tujuh kilo dan belum turun sampai sekarang lho. Padahal berat badanku sudah kembali normal seperti sebelum hamil.

Dia juga selalu bertanya aku ngidam apa. Aku sendiri bingung kalau ditanya begitu, karena bagiku, aku cuma merasa merasa ingin makan terus, bukan ngidam yang aneh-aneh dan menyiksa seperti ingin buah yang aneh-aneh di tengah malam misalnya. Paling aku cuma ingin mangga muda dan jeruk bali saja dan itu pun aku beli sendiri di dekat kantorku. Tapi dia selalu mengecek terus apa betul aku tidak ngidam, karena takut kalau gak kesampaian nanti anaknya ngileran, ha ha ha…

Tiap kali memeriksa kandungan ke dokter, dia tidak pernah absen mengantarku. Saat-saat menunggu dokter datang menjadi tidak terasa karena selalu ada dia yang menemaniku sambil bercanda. Ketika usia kandunganku sepuluh minggu, aku masih mengingat ekspresi takjubnya melihat janin kami melayang-layang di dalam rahimku. Janinku aktif sekali seperti sedang berselancar dalam kantung ketubannya.

Saat-saat menjelang kelahiran, suamiku selalu menjadi suami siaga. Pada hari pertamaku cuti bekerja, aku mengalami kontraksi palsu. Kupikir paling masih lama nih lahirannya karena masih sepuluh hari lebih awal dari perkiraan dokter dan bidanku. Ternyata malam harinya kontraksinya menjadi teratur dari tujuh menit sekali, lima menit sekali sampai akhirnya tiap tiga menit sekali.

Sekitar pukul satu dini hari suamiku langsung mengantarku ke rumah bersalin. Setelah mengalami kontraksi selama kurang lebih delapan jam, alhamdulillah putri mungil kami lahir ke dunia dengan kondisi yang sehat, dan langsung dilakukan proses inisiasi dini menyusu.

Suamiku langsung membacakan azan dan iqamat di telinga bayi kami. Kemudian dia juga yang memotong tali pusar bayiku. Di samping itu suamiku tidak lupa mengabadikan saat-saat indah tersebut. Yang membuatku takjub adalah, dia bisa mengikuti proses persalinan dari awal sampai selesai, padahal biasanya dia tidak tahan melihat darah.

O ya, pada saat-saat aku kontraksi aku mengalami mual hingga muntah. Karena saat itu masih dini hari, tidak ada orang yang biasa bersih-bersih di rumah bersalin tersebut. Dan yang membuatku terharu adalah saat suamiku dengan ikhlas membersihkan muntahku, sambil muntah-muntah juga, karena dia sendiri tidak tahan melihat muntah. Aku sudah tidak bisa membantunya karena sedang menahan sakitnya kontraksi. Thank you so much, darling… **terharu mode ON  🙂

Kami memberi nama putri kami Allegra Quinn Azkurah, yang artinya anak yang yang lincah dan periang, pandai dan bijaksana yang selalu bersyukur dan mengingat Allah SWT.

Sesudah Allegra lahir, suamiku juga tidak pernah absen mengantar imunisasi. Bu bidannya sampai berkomentar, wah, ini suaminya hebat ya, tidak pernah absen mengantar imunisasi anaknya. Wah, bangga sekali aku mendengarnya!

Dia juga selalu ingin tahu kemajuan yang dialami Allegra. Selain itu dia juga aktif dan kritis bertanya tentang hal-hal penting seputar bayi dan anak. Dan yang paling penting, dia suka ikut-ikutan membaca Mother and Baby lho!

Suamiku mendukung sekali pemberian ASI eksklusif bagi Allegra. Insya Allah sebentar lagi sudah hampir 6 bulan aku memberi ASI eksklusif bagi bayiku. Dan Insya Allah aku ingin menyusui ASI hingga Allegra berusia dua tahun. Suamiku ingin agar anaknya kelak menjadi anak yang pandai, sesuai dengan doa yang ada pada namanya. Pendidikan, baik akhlak maupun pendidikan formal dan informal, sangat dipandang penting olehnya, sehingga dia sudah menyiapkan asuransi pendidikan bagi Allegra kelak.

Aku sangat kagum dengan segala dukungan yang diberikan olehnya, termasuk ketika aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempatku bekerja, dan memutuskan untuk menjadi full time mother sambil bekerja freelance dari rumah. Apabila sedang berada di rumah, dia tidak pernah absen ikut merawat dan bermain bersama si kecil. Membeli diapers dan perlengkapan bayi lainnya tidak segan dia lakukan apabila dia melihatku sedang sibuk mengurus si kecil.

Aku yakin, kalau Allegra sudah bisa mengerti semua yang dilakukan bapaknya untuk dirinya dari semenjak dia dalam kandungan hingga saat ini, pasti dia akan berkata : I love U, my Fabulous Dad!

luv u, fabulous daddy! 🙂

**

ceritanya tadi lagi buka file2 lama…

trus tertegun liat artikel inih – artikel ini dulu pernah aku ikutin sayembara menulis tentang sosok suami hebat yang diadakan oleh majalah Mother n Baby… sayang gag menang yah jadi ga dapet hadiahnya hehehe… kata si aa’, gara2 gaya penulisannya kaliii xixixiiiii…. pipi sok teu duehh 😀

walo begitu i’m very happy that i wrote this article. it’s a memory – a great one…


Written by mytemporarykitchen

January 21, 2010 at 5:55 am

AMPA : Antara Mimi Pipi n Allegra

with 47 comments

Mimi…

adalah kata lain dari minum

minumlah regukan cinta dari mimi

tuk dikow berdua pujaan hatikyu

pipi tercinta allegra terchayank

..

Pipi…

adalah bagian dari wajah

yang memberi rona merah nan indah pada wajah

saat tersapu benang-benang asmara

yang terajut indah

dalam cerita kisah tiga anak manusia

pipi – mimi – allegra

..

Allegra…

adalah salah satu tempo bermusik

yang lincah riang nan selalu gembira

senantiasa laksana degup hati

tiga orang yang selalu saling mencintai :

pipi yang tampan… 😀

mimi yang cantik… 😉

allegra yang lucu… 😛

(kekekekkkk…. bagian yang ini nggak banged deh buat yang ngebaca… buat yang eneg, tolong di-skip ajjah ga usah dibaca hahaha…)

..

Antara Mimi Pipi n Allegra…

kira-kira ada apa yaaaa…?

oooooooooooooooo… ada CINTA!

cinta tanpa batas, cinta tanpa syarat (Insya Allah)

cinta mimi, cinta pipi, cinta allegra

cinta cinta cinta dan cinta

a never ending cinta……………………..

AMPA

regukan cinta mimi-pipi-allegra

..

puisi ini khan kuikutsertakan di happening pakdhe Parade Puisi Cinta.

kalo pakdhe jago bikin puisi ‘ngethrill’, aku jago bikin puisi ‘nyungsep trus nyusruk’.

namanya juga usaha, kalo rejeki gag lari kemenong-menong toh…?

just enjoy, jangan dipikir… awas nyungsep!!! 😀

Written by mytemporarykitchen

December 2, 2009 at 11:21 am

Riya’

with 14 comments

pasti pernah denger khan kata riya’ di atas?

ingin membahas sedikit mengenai hal riya’ ini.

kebanyakan dari kita umat muslim pasti sudah tahu bahwa riya’ adalah sebuah sifat tercela. pingin tau gak sih sebenarnya, apa riya’ itu…? Read the rest of this entry »

Written by mytemporarykitchen

November 6, 2009 at 12:52 am

Posted in renungan, Uncategorized

Tagged with , ,

what if : this is my last Ramadhan

with 4 comments

what if – u find out that your time is almost nearby…

what if – u find out that u won’t get any chance anymore for doing sholat n any kindness…

what if – u find out that u can’t love those who you love anymore…

what if — this is your last Ramadhan…

what if — this is MY LAST RAMADHAN…

what am I waiting for…

do sholat…

do the kindness from now on…

love my beloved ones from now on : my husband, my child t’ lil angel…

love my parents, my bros n sistas…

ask for their appologizes for all o’ my mistakes

t’ most important : do my Ramadhan perfectly

much much better than my last one…

will I be able to do that…

even today I still can’t change my inappropriate behavior…

what if : – – – this is my last Ramadhan…

[inspired by Alia Ramadhan edition – Ramadhan Terakhirku]

Written by mytemporarykitchen

August 11, 2009 at 4:53 am

Posted in renungan, Uncategorized

Tagged with , ,