mimi allegra's kitchen

experimental space for baking n cooking :D

Archive for the ‘be smart and healthy’ Category

Allz’s Fabulous Daddy

with 74 comments

Dua strip berwarna pink.

Itulah hal yang telah lama aku nantikan bersama suamiku.

Tahun pertama, tahun kedua dan tahun ketiga pernikahan kami berlalu dengan satu strip berwarna pink.

Empat bulan kemudian aku merasa ada suatu hal yang berbeda pada diriku. Ternyata suamiku juga merasakan hal yang sama. Dia menyadari bahwa aku sudah terlambat haid dua minggu. Karena tidak ingin aku kecewa lagi dengan hasil test pack, maka dia tidak terburu-buru membahasnya denganku. Lucunya, karena aku pun tidak ingin mengecewakan dia, aku juga tidak pernah membahas keterlambatan itu.

Ketika pada akhirnya aku memberanikan diri untuk melakukan test pack kembali, aku benar-benar sudah pasrah dan tidak berani berharap terlalu banyak.

Alhamdulillah, di saat kami benar-benar pasrah, dua strip berwarna pink yang kami nantikan muncul! Bahagia sekali rasanya saat itu. Namun untuk lebih memastikan lagi, kami pun datang ke dokter kandungan. Ternyata benar, ada seorang janin berusia enam minggu di dalam rahimku. Subhanallah, tak henti-hentinya kami memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Di saat kehamilanku, suamiku makin perhatian dan sayang padaku. Segala kebutuhan nutrisi ibu hamil seperti vitamin, susu, bermacam buah-buahan, dibelinya. Kami bertekad untuk memberikan asupan gizi yang terbaik bagi calon bayi kami yang telah kami nantikan. Dia pun selalu mengingatkan aku untuk tidak terlambat makan dan menjaga gizi makanan yang masuk ke tubuhku. Dia juga membaca buku “9 Bulan yang Menakjubkan” untuk dapat ‘memantau’ perkembangan kehamilanku dan janin kami.

Hal yang lucu dan seru selama aku hamil, suami aku juga jadi ikut-ikutan doyan makan gila-gilaan! Kalau aku lagi lapar berat, aku bisa makan lima kali sehari, dan suamiku pasti ikutan lapar juga.

Terkadang kalau aku dan suamiku harus lembur di kantor, setelah menjemput aku, kami masih jalan-jalan cari pisang bakar di tengah malam. Suamiku memberi istilah ‘kehamilan wisata kuliner’, karena seringnya kita makan dan mencoba makanan baru di luar. Beberapa hari menjelang hari kelahiran, kami masih sempat sahur  di luar sambil mencari kue-kue di bursa kue subuh.

Walhasil, selain berat badanku yang bertambah dua puluh kilo, berat badannya juga ikut naik tujuh kilo dan belum turun sampai sekarang lho. Padahal berat badanku sudah kembali normal seperti sebelum hamil.

Dia juga selalu bertanya aku ngidam apa. Aku sendiri bingung kalau ditanya begitu, karena bagiku, aku cuma merasa merasa ingin makan terus, bukan ngidam yang aneh-aneh dan menyiksa seperti ingin buah yang aneh-aneh di tengah malam misalnya. Paling aku cuma ingin mangga muda dan jeruk bali saja dan itu pun aku beli sendiri di dekat kantorku. Tapi dia selalu mengecek terus apa betul aku tidak ngidam, karena takut kalau gak kesampaian nanti anaknya ngileran, ha ha ha…

Tiap kali memeriksa kandungan ke dokter, dia tidak pernah absen mengantarku. Saat-saat menunggu dokter datang menjadi tidak terasa karena selalu ada dia yang menemaniku sambil bercanda. Ketika usia kandunganku sepuluh minggu, aku masih mengingat ekspresi takjubnya melihat janin kami melayang-layang di dalam rahimku. Janinku aktif sekali seperti sedang berselancar dalam kantung ketubannya.

Saat-saat menjelang kelahiran, suamiku selalu menjadi suami siaga. Pada hari pertamaku cuti bekerja, aku mengalami kontraksi palsu. Kupikir paling masih lama nih lahirannya karena masih sepuluh hari lebih awal dari perkiraan dokter dan bidanku. Ternyata malam harinya kontraksinya menjadi teratur dari tujuh menit sekali, lima menit sekali sampai akhirnya tiap tiga menit sekali.

Sekitar pukul satu dini hari suamiku langsung mengantarku ke rumah bersalin. Setelah mengalami kontraksi selama kurang lebih delapan jam, alhamdulillah putri mungil kami lahir ke dunia dengan kondisi yang sehat, dan langsung dilakukan proses inisiasi dini menyusu.

Suamiku langsung membacakan azan dan iqamat di telinga bayi kami. Kemudian dia juga yang memotong tali pusar bayiku. Di samping itu suamiku tidak lupa mengabadikan saat-saat indah tersebut. Yang membuatku takjub adalah, dia bisa mengikuti proses persalinan dari awal sampai selesai, padahal biasanya dia tidak tahan melihat darah.

O ya, pada saat-saat aku kontraksi aku mengalami mual hingga muntah. Karena saat itu masih dini hari, tidak ada orang yang biasa bersih-bersih di rumah bersalin tersebut. Dan yang membuatku terharu adalah saat suamiku dengan ikhlas membersihkan muntahku, sambil muntah-muntah juga, karena dia sendiri tidak tahan melihat muntah. Aku sudah tidak bisa membantunya karena sedang menahan sakitnya kontraksi. Thank you so much, darling… **terharu mode ON  🙂

Kami memberi nama putri kami Allegra Quinn Azkurah, yang artinya anak yang yang lincah dan periang, pandai dan bijaksana yang selalu bersyukur dan mengingat Allah SWT.

Sesudah Allegra lahir, suamiku juga tidak pernah absen mengantar imunisasi. Bu bidannya sampai berkomentar, wah, ini suaminya hebat ya, tidak pernah absen mengantar imunisasi anaknya. Wah, bangga sekali aku mendengarnya!

Dia juga selalu ingin tahu kemajuan yang dialami Allegra. Selain itu dia juga aktif dan kritis bertanya tentang hal-hal penting seputar bayi dan anak. Dan yang paling penting, dia suka ikut-ikutan membaca Mother and Baby lho!

Suamiku mendukung sekali pemberian ASI eksklusif bagi Allegra. Insya Allah sebentar lagi sudah hampir 6 bulan aku memberi ASI eksklusif bagi bayiku. Dan Insya Allah aku ingin menyusui ASI hingga Allegra berusia dua tahun. Suamiku ingin agar anaknya kelak menjadi anak yang pandai, sesuai dengan doa yang ada pada namanya. Pendidikan, baik akhlak maupun pendidikan formal dan informal, sangat dipandang penting olehnya, sehingga dia sudah menyiapkan asuransi pendidikan bagi Allegra kelak.

Aku sangat kagum dengan segala dukungan yang diberikan olehnya, termasuk ketika aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempatku bekerja, dan memutuskan untuk menjadi full time mother sambil bekerja freelance dari rumah. Apabila sedang berada di rumah, dia tidak pernah absen ikut merawat dan bermain bersama si kecil. Membeli diapers dan perlengkapan bayi lainnya tidak segan dia lakukan apabila dia melihatku sedang sibuk mengurus si kecil.

Aku yakin, kalau Allegra sudah bisa mengerti semua yang dilakukan bapaknya untuk dirinya dari semenjak dia dalam kandungan hingga saat ini, pasti dia akan berkata : I love U, my Fabulous Dad!

luv u, fabulous daddy! 🙂

**

ceritanya tadi lagi buka file2 lama…

trus tertegun liat artikel inih – artikel ini dulu pernah aku ikutin sayembara menulis tentang sosok suami hebat yang diadakan oleh majalah Mother n Baby… sayang gag menang yah jadi ga dapet hadiahnya hehehe… kata si aa’, gara2 gaya penulisannya kaliii xixixiiiii…. pipi sok teu duehh 😀

walo begitu i’m very happy that i wrote this article. it’s a memory – a great one…


Advertisements

Written by mytemporarykitchen

January 21, 2010 at 5:55 am

Selembar Kertas Putih Bersih Itu Bernama Anak

with 28 comments

****

(-) Jika anak dibesarkan dengan kecaman,

ia belajar memaki ;

**

(-) Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,

ia belajar berkelahi ; Read the rest of this entry »

Written by mytemporarykitchen

December 30, 2009 at 11:54 pm

Sepasang Mata Bolaaaaa… (a pair of eye balls)

with 35 comments

a pair of eye balls… from behind t’ window…

terjemahan bebasnyah : (dinyayiin pake laguh) sepasang mata boolaaaaa… daaari balik jendelaaaaa…

sepasang mata bolaaaaa...

..

jendela syapa tuuuuuu….. au’ah emeng gw pikirin hehehe….

**

kalo ungkapan inih suka dengar gag : MATA TUH JENDELA HATI

katanya sih dari mata bisa keliatan bisa keliatan ekspresi kita – lagi sebel, lagi bete, lagi hepi, lagi sedih, lagi jatuh cintrong, lagi jatuh kejedot (xpresi kesakitan hehehe…). makanya suka dibilang mata ituh jendela hati qta…

kalo akyu punya ungkapan lagi tentang mata n jendelanya : MATA TUH JENDELA TUBUH Read the rest of this entry »

Written by mytemporarykitchen

December 23, 2009 at 10:59 am

Batuk?? Bisa Sembuh tanpa Obat, Bu…

with 18 comments

hari jumat kemarin allz batuk. datengnya tiba2 aja, ga diundang ga diusir ga dianter hehe…batuk2 imut gitu lah khas anak kecil. kupikir aku mw praktekkan tips dari dokter spesialis anak dr. Purnamawati (thx a lotz, dok…), di artikel post nya tentang “Batuk Pilek tak Perlu Cemas”.

Dr Purnamawati, SpA menekankan hal ini dalam bukunya, Smart Parent Healthy Child. Ia menyebutkan, batuk merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran napas dan paru-paru dari mikroorganisme, lendir, dan benda asing.

tipsnya yang aku coba untuk praktekkan adalah, tidak memberikan obat sama sekali kepada si kecil di saat batuk. Read the rest of this entry »

Written by mytemporarykitchen

October 26, 2009 at 6:41 am